Friday 27 October 2023

Domain Baru, Berkah di Hari Blogger Nasional

 


   Hari gini masih main blog? Hmmm….. Di tengah semakin maraknya media sosial berbasis audio visual saat ini, aku pernah merasakan keraguan, akankah masih ada orang-orang yang membaca blog? Bagiku pribadi, menulis di blog masih merupakan hal yang lebih menyenangkan daripada membuat konten audiovisual. Mengapa? Karena kita bisa menulis lebih leluasa dengan jumlah kata yang lebih banyak daripada media sosial lainnya yang memiliki ketentuan jumlah karakter. Selain itu, dalam blog kita juga bisa menyertakan link, foto, video, sehingga bisa membagikan lebih banyak informasi dalam satu postingan. Blog juga bisa menjadi sarana untuk mengembangkan bisnis dan menghasilkan pemasukan saat media sosial lainnya tidak lagi bisa diakses. Setelah mengikuti pelatihan dan komunitas blogger, aku menjadi lebih yakin bahwa masih akan tetap ada peluang bagi blogger untuk terus berkarya, menghasilkan cuan, dan memiliki pembaca selama orang-orang menggunakan mesin pencari untuk mencari informasi yang dibutuhkannya. 


Awal Mula Menulis Blog


    Sejak tahun 2010 aku sudah mulai menulis di blogspot. Saat itu isi blogku berisi tentang curhatan, kontemplasi dan tugas kuliah yang berupa review dan opini. Untuk tugas kuliah, setelah kukumpulkan pada dosenku, aku mengunggahnya di blog untuk dokumentasi sekaligus portofolio. Aku berharap agar saat nanti di masa depan ketika aku merasa buntu dengan aktivitas menulisku, aku dapat membacanya kembali dan meyakinkan diriku bahwa aku pernah menulis dengan serius. Beberapa tahun kemudian aku masih mengisi blogku dengan cerita-cerita dan pengalaman sehari-hari yang aku anggap menarik, hingga kemudian blogku sempat vakum saat terlalu sibuk sebagai guru dan kemudian sebagai seorang ibu baru si masa pandemi. 


Titik Balik Ngeblog Lagi


    2023 merupakan titik balikku untuk aktif lagi menulis. Dengan berlatih konsistensi menulis bersama KLIP (Kelas Literasi Ibu Profesional) aku kembali menulis di blog atau di google docs. Awal tahun aku mengganti judul dan template blogku agar membuatku lebih bersemangat lagi. Sempat terpikir juga untuk menggantinya menjadi TLD (Top Level Domain). Aku pun bertanya kepada teman-temanku yang blognya sudah TLD, domain apa yang mereka gunakan. Setelah survey ke beberapa penyedia domain, akhirnya aku mendapat beberapa referensi. Namun demikian aku tidak bisa langsung mendaftar karena saat itu aku masih merasa belum saatnya menjadi prioritas. Fokusku lebih ke menulis dan mengumpulkan portofolio yang sempat terjeda di tahun sebelumnya. 


Upgrading Tentang Blogging


    Bulan Agustus lalu aku berinisiatif untuk mengikuti Kampung Bakat Ibu Profesional. Salah satu kabin yang disediakan adalah kabin blogging yang akan dimentori oleh beberapa blogger yang sudah profesional yang kami sebut ayunda guru, sedangkan para peserta disebut shiper karena kami mendapatkan gamifikasi sebagai penumpang kapal yang sedang berlayar di lautan ilmu. Sangat menarik!. Berikut ini adalah informasi tentang kampung bakat yang ditulis dalam blog ayunda kami https://michdichuns.com/kampung-bakat-di-ibu-profesional/

Kami mendapatkan yang dibagi ke dalam beberapa pertemuan setiap minggunya,  antara lain : 

  • Mengenal jenis blog dan cara membuatnya

  • Menentukan Niche Blog untuk personal branding

  • Cara menulis artikel yang menarik

  • Monetisasi blog

  • Optimasi Blog dengan SEO

  • Mempercantik blog agar SEO friendly (materi spesial ayunda tamu)


    Setelah mendapatkan materi kami juga harus menyelesaikan misi yang ditugaskan oleh ayunda agar kami dapat mempraktikkan secara langsung tentang materi yang telah diberikan. Aku merasa ilmu yang diberikan ini sangat membantuku untuk upgrading. Meskipun aku sudah lama menulis blog namun selalu ada hal baru yang aku dapatkan dan terapkan, salah satunya adalah tentang membuat Page About https://www.annarakhma.com/p/about.html 

    Saat ini perjalanan kami hampir selesai dan masih ada satu project tim kabin blogging yang sedang dalam proses pengerjaan. Meskipun aku belum bisa terlalu aktif terlibat dalam grup karena kesibukan lain, aku bersyukur masih bisa mengikuti materi dan mengerjakan misi. 


Bergabung dengan komunitas blogger 

    Salah satu tips yang diberikan oleh ayunda guru untuk para blogger pemula adalah mengikuti komunitas blogger. Sebenarnya aku sudah lama ingin sekali bergabung dengan salah satu komunitas blogger yang ada di Malang, yaitu Blogger Kodew Malang. Bulan Oktober ini aku secara tidak sengaja saat mengobrol dengan salah satu anggotanya yaitu Mbak Laily. Saat walking tour kayutangan Heritage bersama jelajah malang karena beliau adalah foundernya, aku bercerita kalau menulis blog juga dan tertarik untuk mengikuti komunitas BKM. Tak lama kemudian mendapatkan kesempatan untuk bergabung di grupnya. Aku pun sangat senang karena bisa mendapat banyak ilmu dan juga saling sharing dengan blogger-blogger keren Kota Malang. Meskipun saat itu blogku masih berstatus non tld alias blog gratisan dari blogspot, aku diperbolehkan mengikuti challenge OWOP (One week one post) yang diadakan oleh komunitas tersebut.


Mengganti Domain Menjadi TLD (Top Level Domain)


    Beberapa hari yang lalu aku memutuskan untuk membeli domain dari rumahweb 

Setelah mengikuti prosedur dan tutorialnya aku merasa ada yang tidak beres. Aku pun menghubungi call centernya dan aku harus menunggu propagasi 1 x 24 jam. Ternyata sampai keesokan harinya blog dengan domain baruku masih belum aktif. Hingga kemudian aku tersadar dengan kesalahan input data yang aku masukkan saat melakukan aktivasi. Jreengg..benar saja, tadi pagi saat aku membuka kembali ternyata blog dengan domainku sudah bisa diaktifkan. Alhamdulillah.

    Aku pun baru mengetahui bahwa hari ini ternyata adalah Hari Blogger Nasional yang diperingati setiap tanggal 27 Oktober. Masya Allah. Rasanya seperti mendapat berkah dan kado di Hari Blogger Nasional.  Harapanku semoga di Hari Blogger Nasional ini aku bisa menjadi lebih produktif dan juga semangat dalam menulis di blog. Tak hanya sebagai hobi, melainkan juga sebagai sarana berbagi ilmu dan menambah penghasilan. Semoga para blogger Indonesia semakin kreatif, semangat, dan sejahtera. 


Man Saara Ala Darbi Washala (مَنْ سَارَ عَلىَ الدَّرْبِ وَصَلَ)

“Siapa yang menapaki jalannya akan sampai pada tujuan”  




  


Sunday 22 October 2023

Dari Kenangan Menuju Angan

     Menceritakan tentang kenangan, ternyata mengingatkanku akan momen di masa remaja dan kuliah yang aku rindukan ketika telah menjadi dewasa. Momen tersebut adalah saat aku harus terlibat dalam drama. Weittsss....bukan drama kehidupan ya seperti hari-hari ini hehehe..melainkan suatu project drama atau teater. Ternyata walaupun aku dulu dikenal sebagai anak yang pemalu untuk tampil di depan umum, ketika menjadi pemain dalam drama aku bisa enjoy menjalaninya. Sebuah passion ? Entahlah. Aku hanya mencoba untuk membuat kisah agar masa-masa remajaku lebih berwarna.

Drama musikal


Drama Bahasa Indonesia Seragam Putih Biru

    Berawal dari tugas bahasa Indonesia saat kelas 1 SMP untuk membuat sebuah penampilan drama secara berkelompok, aku dan teman-temanku membuat cerita modifikasi tentang cinderella yang tak berakhir dengan happily ever after. Lucu banget sih kalau diingat-ingat karena dikolaborasikan dengan tokoh jinny oh jinny yang berbadan gendut dan ghost buster si pemburu hantu. Saat itu kelompok kami mendapat coaching dari kakak mahasiswa yang sedang melakukan penelitian. Awalnya aku lupa mendapat peran sebagai apa, yang jelas bukan peran utama. Namun saat berlatih beliau meminta agar aku bertukar peran dengan temanku sebagai pemeran utama, si cinderella. Saat itulah rasanya awal mula aku merasa tertantang dan mencoba untuk pertama kali break my unconfident side. Berkat kerja sama dan kekompakan dalam kelompok kami, akhirnya we made it! 
    Setelah itu di kelas 2 SMP, kami mendapat tugas seni budaya untuk drama tari. Dengan dialog yang direkam dengan kaset dan tape recorder, kami tak hanya memainkan peran saja, tetapi juga harus menari. Lagi-lagi sebuah PR besar bagi seorang remaja yang tidak menyukai spotlight meskipun hanya ditonton oleh teman sekelas. Siapa sangka, dari kenangan masa remaja itu membuatku memiliki angan lain, yakni menjadi pengisi suara. 

Drama Bahasa Inggris Seragam Putih Abu-Abu

    Kali ini project drama yang aku perankan bukan sebagai tugas mata pelajaran, tetapi sebagai bagian dari english club, ekskul yang aku ikuti saat SMA. Sebagai anak baru dalam club tersebut kami harus menampilkan sebuah drama untuk inauguration event. Wow! Tantangan baru lagi nih buatku, apalagi saat itu aku harus memainkan karakter yang sedikit antagonis. Sulit banget, pikirku saat itu, meskipun untuk dialog kami juga masih merekamnya dengan tape recorder. Namun syukurlah partner peranku saat itu adalah anak yang sangat dramatis hahaha..bahkan dalam kehidupan sehari-hari yang akhirnya membuatku lebih mudah untuk memainkan peranku. Latihan drama sendiri ternyata juga membuat drama karena masalah jadwal, ada yang hadir atau tidak, lelah karena sepulang sekolah, dan lain-lain. Namun ternyata semua terbayar saat selesai tampil, kami mendapat big applause dan selamat dari pembina dan para undangan yang hadir. 
    Selain drama bahasa inggris, ternyata ada juga project drama pentas akhir tahun di sekolah. Berbekal pengalaman sebelumnya, kami membuat drama rekaman dalam bahasa indonesia dengan mengangkat isu yang saat itu sedang ramai tentang banjir. Dengan sedikit tampilan tari sederhana, kelas kami tampil setelah hujan reda di sore hari. Itulah kenangan performance terakhirku bersama sahabat kelas bahasa yang semua personilnya adalah remaja putri. 

Drama Bahasa Prancis di Bangku Kuliah

    Kegilaan apa lagi yang aku coba saat seniorku menawari untuk ikut bermain dalam drama berbahasa prancis. Sebagai maba saat itu, tentu aku masih sangat awam dengan teater bahasa prancis, ya walaupun saat SMA aku sudah mendapat pelajaran bahasa Prancis tentu berbeda dengan saat harus tampil dalam drama. Namun ternyata dari sinilah aku akhirnya mendapatkan banyak ilmu dan teori dalam teater karena seniorku adalah pemain teater di kampus. Mulai latihan pernapasan, intonasi, artikulasi, gesture, dan pendalaman karakter. Seru banget! Sepulang kuliah aku harus latihan dan anehnya hal tersebut membuatku lebih bersemangat dalam menjalani kuliah. Peranku sebagai seorang ibu yang menangis karena kehilangan anak yang kemudian marah dituangkan dalam suasana pemberontakan revolusi prancis. Sangat emosional dan kami harus menyanyi juga dengan suaraku yang seadanya ini. 
    Selanjutnya aku terlibat lagi dalam drama, kali ini drama musikal. Lebih ambisius lagi karena ini merupakan project dari dosen kami dari Prancis yang ingin menyajikan perpaduan budaya antara orang Indonesia dan Prancis. Mengangkat tema tentang shock culture, toleransi, persatuan dalam keragaman, kerja keras meraih impian, yang dimainkan dalam bahasa Indonesia dan bahasa Prancis. Kali ini tak ada ada rekaman dialog, sehingga kami harus benar-benar berakting dengan suara lantang, menyanyi dan menari. Sangat challenging! Latihan berbulan-bulan dan hampir gagal tampil karena berbagai faktor, akhirnya dengan semangat anak muda kami tetap nekat. BRAVO!!!
    Menjelang akhir masa kuliah, ternyata perdramaan ini belum juga berakhir. Kami mendapat project untuk membuat film sebagai project Kajian Sinema dan membuat drama live sebagai project Kajian Drama. Selain sebagai pemeran saat itu aku juga didapuk menjadi script writer. Double gaji ini kalau dibayar hahaha. 

Angan Yang Teralisasi

    10 tahun berlalu, kenangan bermain drama tetap menjadi kenangan. Kesibukan sebagai pengajar, istri dan ibu membuat aku terjebak dalam lingkaran rutinitas drama kehidupan. Hingga kemudian aku tergabung dengan komunitas Read Aloud Malang Raya. Aku sering membacakan buku anak-anak untuk anakku. Dia sangat suka saat dibacakan buku. Dalam membacakan buku, tentu harus ada intonasi dan membedakan tokoh yang satu dengan yang lain. Aku pun juga merasa senang dengan aktivitas ini . Apalagi melihat kawan-kawanku yang sudah profesional. Anak-anak dan para orang tua juga merasa terhibur.

    Suatu hari, komunitas Semut Merah Kaizen yang aku ikuti mengadakan casting untuk audio drama. Aku pun iseng-iseng ikut mengirimkan sample rekaman. Nothing to loose lah...sebagai pengalaman juga karena aku pernah punya angan sebagai pengisi suara film kartun hehehe. Tak disangka ternyata aku lolos menjadi salah satu pemeran audio drama yang berjudul "Menemukan Nyala." Deg-degan, challenging sekaligus nostalgic karena mengenang masa-masa bermain drama dulu. Di pertemuan perdana, aku sangat senang karena bertemu dengan para anggota tim yang super keren. Aku pasti akan sangat banyak belajar dari mereka. Bismillah semoga proses produksi audio drama ini berjalan dengan lancar dan sukses. Mengingat kami berada di kota yang berbeda-beda, thanks to internet and technology kami bisa berkolaborasi. Insya Allah audio drama ini akan tayang tahun depan di podcast SMK. Can't wait! 

First meeting audio drama


Saturday 14 October 2023

Berdamai Dengan Peran Ibu Rumah Tangga

photo : desain canva



     Menjadi ibu rumah tangga bukanlah pekerjaan yang mudah namun mengapa masih banyak orang-orang yang meremehkan dan menyudutkan peran ibu rumah tangga? Bahkan tak jarang dari orang-orang terdekat yang seharusnya menjadi support system justru membuat ibu rumah tangga merasa minder dan tak berguna. 

Masa Transisi Menjadi Ibu Rumah Tangga

   Menjalani peran sebagai ibu rumah tangga setelah sebelumnya menjadi wanita karier tentu memerlukan proses adaptasi. Biasanya perubahan peran ini dimulai setelah menikah atau melahirkan. Ada wanita karier yang setelah menikah harus mendampingi suami yang bekerja di perantauan sehingga harus berhenti bekerja. Ada wanita yang saat hamil memiliki kondisi kesehatan yang membutuhkan perhatian lebih sehingga memilih untuk berhenti bekerja. Ada juga yang memilih menjadi ibu rumah tangga setelah melahirkan anak karena pertimbangan pengasuhan anak.  Di masa transisi tersebut biasanya para ibu merasa jenuh, lelah, hampa, bahkan tak lagi berguna. Hal ini berkaitan dengan rutinitas harian yang tiba-tiba berubah, tidak ada teman-teman untuk bercerita, dan perasaan minder karena tidak memiliki penghasilan sendiri.

Melakukan Hobi dan Mengenali Diri Sendiri

    Dari kejenuhan sehari-hari, kita berusaha mencari cara untuk tetap merasa bahagia. Salah satu cara adalah dengan melakukan aktivitas yang kita sukai, misalnya membaca buku, berkebun, membuat kue, menonton film, dan lain-lain. Namun terkadang ibu rumah tangga merasa kesulitan melakukan aktivitas yang disukai karena kesibukan rutinitas setiap hari. Kelelahan dalam merawat anak-anak dan mengerjakan kegiatan domestik membuat ibu merasa tak ada waktu untuk melakukan hobinya. Dukungan dari suami dan keluarga sangatlah penting  agar ibu dapat mengambil jeda untuk melakukan hobinya atau berkumpul dengan teman-temannya. Apabila ibu merasa bingung untuk menentukan kegiatan yang disukai dan tidak tahu bakatnya, ibu bisa mencoba melakukan tes mandiri pada tautan berikut :
Self Discovery - ISI BIODATA - Temu Bakat https://temubakat.com/id/index.php/main/disp/tes atau bisa juga mngikuti kuis di tautan berikut ini :
Tes Kepribadian MBTI Bahasa Indonesia: Kenali Dirimu! - Satu Persen https://satupersen.net/quiz/tes-kepribadian-mbti

Dari Hobi Jadi Prestasi

    Dari hal-hal yang kita sukai tidak menutup kemungkinan dapat menjadi kegiatan yang memiliki dampak positif untuk masyarakat atau mendatangkan penghasilan apabila ditekuni dengan serius dan mendapat dukungan dari keluarga. Dipadukan dengan hasil tes bakat yang ibu lakukan, ibu dapat menemukan kekuatan dan kelebihan dari karakter ibu. Dengan memahami bakat tersebut, ibu rumah tangga dapat mengasah kelebihan yang dimiliki misalnya dengan mengikuti kelas-kelas ketrampilan secara online maupun offline atau mengikuti komunitas yang sesuai dengan minatnya. Memiliki mentor dan teman belajar sefrekuensi akan meningkatkan jam terbang ibu dalam bidang yang ibu tekuni. Contoh kegiatan workshop online tentang literasi yang dapat ibu ikuti meskipun dari rumah, dapat dibaca di tautan berikut :  

Pentingnya Membangun Networking

    Setelah ibu mengikuti berbagai workshop, saatnya mengamalkan ilmu yang sudah ibu pelajari. Inilah saatnya ibu membangun networking untuk meluaskan koneksi dan menebarkan manfaat seluasnya. Ada beberapa hal yang dapat ibu lakukan untuk membangun networking, antara lain:
  • Membuat self-branding
  • Membuat portofolio dengan mempublikasikan di sosial media tentang karya yang ibu buat
  • Mengikuti komunitas yang sesuai dengan bakat dan minat ibu
  • Menyambung silaturahim dengan teman-teman yang sefrekuensi
  • Aktif mencari informasi tentang lowongan pekerjaan yang dapat dilakukan di rumah, lomba, atau workshop
  • Aktif bertanya pada mentor atau orang yang lebih berpengalaman pada bidang yang ibu tekuni
    Dengan adanya kegiatan atau kesibukan lain selain kesibukan domestik, ibu rumah tangga diharapkan bisa menjadi lebih bahagia, bisa lebih meningkatkan potensi dirinya, dan bisa lebih produktif. Tentunya hal-hal tersebut dapat berjalan lancar dengan didukung oleh suami, anak-anak, keluarga, serta manajemen waktu yang baik, agar aktivitas domestik dan aktivitas pengembangan diri dapat berjalan beriringan. 






    

Monday 9 October 2023

Review Buku : Perkumpulan Anak Luar Nikah

 


Judul buku : Perkumpulan Anak Luar Nikah

Penulis : Grace Tioso

Kategori buku : Fiksi

No. ISBN : 978-623-242-398-5

Halaman buku : 390 hal

Penerbit : Noura Books PT Mizan Publika

Tahun terbit : 2023


    Apa yang terbayang di benak teman-teman ketika sekilas membaca judul buku ini? Hehehe... Awalnya aku pun tertarik untuk membaca novel ini karena judulnya yang membuat penasaran. Aku membacanya pertama kali di platform aplikasi Rakata.id karena menjadi finalis Mizan Writing Boothcamp. Baru membaca bab awal, ceritanya membuatku terpikat dan ingin lanjut membaca bab selanjutnya. Cerita ini diunggah secara berkala di hari-hari tertentu, ah..rasanya jadi nostalgia membaca cerbung Bu Suri Dee Lestari  Aroma karsa dan Rapijali yang awalnya juga kubaca di platform. Ketika Perkumpulan Anak Luar Nikah (PALN) dibukukan, aku juga ikut senang akhirnya bisa menuntaskan rasa penasaranku karena di aplikasi cerita tidak diunggah secara full. Namun, kini selain terbit dalam versi cetaknya, PALN juga hadir dalam bentuk e-book berbayar di aplikasi rakata.id.

Sinopsis

    Novel ini menceritakan tentang Martha, seorang ibu rumah tangga yang tinggal di Singapura bersama suami dan dua anaknya. Ronny, suaminya adalah seorang dosen di University of Singapore. Martha bersama sepupunya, Yuni membuat sebuah akun twitter bernama duolion163 yang membahas mengenai latar belakang maupun track record caleg di berbagai daerah untuk memudahkan masyarakat dalam menentukan pemimpin daerahnya. Martha yang merupakan alumni penerima beasiswa dari Singapura adalah salah satu mahasiswa yang pintar dan cerdas di bidang informatika. Permasalahan muncul ketika dalam blog lama Martha terdapat pernyataan bahwa ia pernah memalsukan dokumen untuk mendaftar beasiswa tersebut saat usianya 17 tahun. Dokumen yang ia palsukan adalah akta lahir. Mengapa? Karena dalam akta lahir asli tertulis bahwa ia anak luar nikah, yang membuatnya diejek oleh teman-temannya saat SD. Padahal ia adalah anak sah dari Mama dan papanya. Martha pun mendapat panggilan dari almamaternya, kemudian berlanjut ke sel tahanan dan pengadilan karena kasus tersebut yang sudah merebak di media Singapura maupun Indonesia. Hidup Martha menjadi berantakan. Rasa bersalah menghantuinya dan membuatnya ketakutan. Ia menghapus semua media sosialnya termasuk duolion karena banyaknya hujatan yang ia terima. Hubungan Martha dan suaminya pun semakin kacau. Namun ia memiliki sahabat sejak sekolah yaitu Linda dan Fanny yang selalu membantunya. Akankah Martha mampu menghadapi permasalahan tersebut? 

Historical Fiction

    Novel ini memiliki background story yang kuat karena merupakan alasan mengapa akta lahir Martha berbunyi "Anak Luar Nikah." Penjelasan tersebut bisa ditemukan secara jelas dalam artikel yang ditulis oleh Krisna, seorang wartawan yang sangat tertarik dengan kasus Martha. Dari wawancara Krisna dengan keluarga dan sahabat Martha, masyarakat akhirnya memahami mengapa Martha memilih untuk memalsukan akta lahirnya. Hal ini berkaitan erat dengan masa kepemimpinan orde baru dan pengaruhnya terhadap masyarakat keturunan Tionghoa, hingga puncaknya adalah kerusuhan 1998. Banyak keluarga chindo yang mengalami kesulitan, baik dalam pengurusan dokumen maupun dalam lingkup sosial karena ada diskriminasi. Namun demikian mereka tetap memilih untuk menjadi warga negara Indonesia. Membaca novel ini bagaikan membaca novel Pulang karya Leila S.Chudori yang juga memiliki background sejarah yang kental namun asyik dibaca. Penulis, Grace Tioso, merajut cerita sejarah dengan mengalir, tidak membosankan, lincah, dan sangat relevan dengan kehidupan saat ini. Bagiku novel ini tak hanya menyuguhkan cerita tetapi juga pengetahuan baru untukku sebagai pembaca.

Hal yang Menarik

    Jujur aku suka banget novel ini. Alur cerita ditulis dengan rapi, meskipun alurnya maju-mundur tetapi dengan adanya penanda tanggal, bulan dan tahun, pembaca dapat mengikuti dengan mudah. Tokoh dan karakter juga digambarkan sangat beragam dan kuat. Seperti halnya persahabatan Martha yang berasal dari keluarga Chindo dengan Rivai dan istrinya yang berasal dari keluarga muslim Jawa. Serta penggambaran oknum dalam birokrasi yang digambarkan dengan realistis. Novel ini juga mengaduk-aduk emosiku hingga mataku basah oleh air mata terutama menjelang akhir cerita. Ada perasaan sedih, haru, senang, cemas, penasaran saat membacanya. Bahasanya sangat mengalir dan rapi baik dari segi tata bahasa maupun tanda baca, sehingga pembaca merasa nyaman. Selain itu juga dilengkapi dengan visual seperti koran, twiter, atau blog yang membuat cerita semakin hidup dan terasa nyata. Selain itu jug terdapat plot twist yang tak tertebak yang membuatku sontak, ber"ohh...jadi gini."
Rating : 4,5 dari 5 bintang.

Kutipan Favorit 

Luo ye gui gen. Daun yang jatuh akan kembali ke akarnya. Sebuah petuah dalam bahasa mandarin bahwa penting untuk mengenal asal-usul dan tidak melupakan dari mana kita berasal. Kalimat yang dikatakan Krisna pada Linda ini mampu mengubah pemikiran Linda ke depannya.

Sunday 1 October 2023

Nyaman Menggendong Dengan Activa Baby Carrier Mark II

    Assalammu’alaikum Bunda. Menggendong merupakan salah satu aktivitas yang tak terpisahkan dalam kehidupan seorang ibu dan anak. Mulai dari kelahiran sang bayi hingga nanti ia dapat berjalan sendiri. Kenyamanan dan keamanan dalam menggendong juga ditentukan oleh gendongan dan teknik yang digunakan. Saat ini pun banyak sekali macam gendongan yang hadir di pasaran untuk memudahkan Bunda dalam menggendong buah hati sambil melakukan aktivitas lainnya. Sebelum menentukan gendongan mana yang akan dibeli, aku biasanya mencari tahu tentang spesifikasi, fitur, kelebihan dan tentu saja mempertimbangan harga dari beberapa produk. Dua tahun yang lalu, saat anakku masih umur satu tahun dan sering mobilisasi pasca pandemi, pilihanku jatuh pada Activa Baby Carrier Mark II Dual Tone Series : Tosca Grey, produksi @bayiku.id_official yang mengusung tagline "Nyaman, aman, dan stylish."

koleksi @katalogbayikuid


Spesifikasi


    Gendongan Activa Baby Carrier Mark II ini merupakan gendongan ergonomis tipe SSC (Soft Structured Carrier) yang dapat disesuaikan (adjustable), praktis, dan ringan. Dengan berat 500 gram dan berbahan soft cotton twill, produk dari bayiku.id ini memiliki desain yang cantik dan menarik. Produk ini dapat digunakan untuk menggendong bayi newborn hingga usia 3 tahun dengan berat badan 3,5 kg - 18 kg. Tinggi badan minimal 51 cm. Hanya dapat digunakan untuk menggendong dengan posisi depan (front facing in), samping (hip carry), dan belakang (back carry). Namun aku pribadi menggunakannya hanya untuk menggendong dengan posisi depan karena bagiku lebih nyaman.

  

Fitur

    Ada banyak fitur yang dimiliki produk ini, antara lain:

  • Dapat untuk mensupport posisi menggendong M-Shape
  • Dapat digunakan sambil menyusui
  • Dapat diatur sesuai tubuh penggendong (Fit all size)
  • Dapat digunakan untuk menggendong bayi baru lahir tanpa infant insert 
  • Memiliki Perfect Fit Adjuster (PFA) 
  • Adjustable Body Panel, menyesuaikan dengan lebar kaki bayi dan tinggi bayi
  • Memiliki hoodie yang berfungsi sebagai penutup kepala dan cover saat menyusui
  • Memiliki shoulder pad yang empuk dan dapat digunakan dengan posisi H / X
  • Memiliki waist belt empuk dan nyaman
  • Mudah dilipat, tanpa alas meja/lantai
  • Bisa dilipat menjadi kantong kecil dan cocok untuk travelling
  • Terdapat teething drool pad yang dijual terpisah 
  • Terdapat buku panduan penggunaan dan box eksklusif 
     Produk-produk bayiku.id sudah SNI sehingga Bunda tak perlu khawatir dengan kualitasnya. Produk ini juga aman untuk Bunda yang melahirkan secara sesar dan sangat cocok untuk Bunda yang berpostur mini hingga yang memiliki lingkar pinggang 140 cm. Harga untuk produk ini ada 2 macam, single package (SSC saja) adalah 275.000 rupiah. Sedangkan harga bundling package (SSC + Teething pad) adalah 305.000 rupiah.

Kelebihan

    Ada beberapa kelebihan produk ini berdasarkan pengalamanku saat menggunakannya antara lain:
  • Nyaman digunakan terutama untuk bepergian
  • Mudah diaplikasikan karena dilengkapi dengan buku petunjuk dan terdapat tutorial menggendong serta informasi seputar menggendong di IG @bayiku.id_official 
  • Produksi lokal, harga terjangkau tetapi memiliki kualitas yang oke
  • Memiliki banyak motif yang menarik
  • Mudah dibersihkan dan disimpan dalam kantong jika tidak sedang digunakan
    Menurutku memilih gendongan yang nyaman dan aman adalah salah satu bentuk investasi juga karena sekali membelinya, dapat digunakan berkali-kali jika rencana untuk memiliki momongan lagi. Dengan gendongan SSC ini juga memudahkan kita sebagai ibu rumah tangga untuk beraktivitas di rumah saat anak rewel atau sakit dan ingin digendong. Ketika kita ingin berolahraga seperti jalan santai atau senam, gendongan ini juga membantu sekali. Sebagai tim tanpa stroller, bepergian bersama bayi pun tidak lagi ribet. Bagian depan menggendong bayi dan punggung menggendong tas. Cukup melelahkan ya Bun, tetapi dengan menggendong dapat meningkatkan bonding antara ibu dan anak. Anak merasa aman berada di dekat ibu dan ibu juga tetap bisa produktif dan stylist. 

dok. pribadi

Jika saat ini Bunda sedang hamil, memiliki bayi, atau ingin memberi bingkisan kado pada sahabat atau kerabat, gendongan bayiku.id dapat menjadi pilihan yang tepat. Aneka variasi gendongan dapat dilihat di @katalogbayikuid dan dapat dipesan juga melalui agen resminya pada tautan berikut https://linkrr.co/agenresmibayikuid  Yuk, kita bangga pakai produk lokal!


Referensi :